
Keberadaan patung telanjang yang ada di Istana Negara akan menjauhi
keberkahan dari Allah. Demikian dikatakan Ketua Forum Umat Islam (FUI)
Bernard Abdul Jabbar kepada
itoday, Kamis (17/01) menanggapi keberadaan empat patung wanita telanjang di lingkungan Istana Negara.
"Rasulullah mengajarkan agar rumah tidak ditaruh gambar hidup, patung
karena dapat menjauhi keberkahan. Terlebih lagi Istana sebagai sumber
kekuasaan, keberadaan patung itu akan menjauhi keberkahan," ungkap
Bernard Abdul Jabbar.
Kata Bernard Abdul Jabbar, kalau sumber kekuasaan sudah tidak ada
keberkahan akan berdampak buruk terhadap rakyatnya. "Istana tidak ada
keberkahan, rakyatnya juga akan berdampak buruk. Ini yang harus
dimengerti pihak Istana," ungkapnya.
Bernard Abdul Jabbar meminta para pengelola Istana membuang patung
tersebut. "Agar keberkahan ada di Istana patung yang ada di Istana
dibuang saja, termasuk patung telanjang," ujarnya.
Keberadaan patung wanita telanjang di lingkungan Istana Negara kembali
menjadi bahan pergunjingan setelah kantor tempat Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono itu dikepung banjir, hari ini, Kamis (17/01). Adakah
hubungannya patung wanita seronok itu dengan banjir yang merendam Istana
Kepresidenan?
Setidaknya, ada empat patung wanita bertelanjang dada di di kompleks
Istana Kepresidenan RI Jakarta. Dua di antaranya terletak depan kantor
Presiden SBY sehari-hari berkantor. Satu di antaranya berdekatan dengan
halaman belakang Istana Merdeka dan satu lainnya di samping Istana
Negara.
Menurut informasi, patung perempuan telanjang itu berada di Istana
Presiden merupakan peninggalan Presiden Soekarno. Presiden Soekarno
disebut-sebut gemar dengan seni yang menggambarkan lekuk tubuh wanita.
Selain patung wanita telanjang ada juga patung pria telanjang.
Diletakkan berhadap-hadapan dengan patung perempuan di depan kantor
Presiden dalam kompleks taman. Patung laki-laki ukuran besar diletakkan
di belakang Istana Negara diantara air mancur dan terlihat sebagai karya
seni fantastis.