Pages

Rabu, 12 Desember 2012

KIAT AGAR ANAK GEMAR MEMBACA

Tentunya kita merasa senang jika putra-putri kita gemar membaca, baik itu bacaan sekolah (pelajaran sekolah) atau sekedar bacaan ringan seperti buku cerita atau majalah.
Seperti yang tertulis dalam buku karangan Mary Leonhardt yang berjudul 99 cara Menjadikan Anak  ”Keranjingan”  Membaca (Penerbit Kaifa, 2000), beliau adalah seorang yang rajin mempromosikan pentingnya buku dikenalkan pada anak sedari kecil, di sini saya mencoba untuk merangkum beberapa tips yang bisa kita ambil dari buku Mary Leonhardt tersebut diantaranya ialah :
  1. Bila anak belum bisa membaca, berilah kebebasan pada anak utk memilih  sendiri buku apa yang dia suka untuk dibacakan, ini adalah salah satu kiat untuk menjadikan anak suka buku. Biarkan anak-anak memilih buku yang mungkin menurut kita kacangan atau kurang bermutu, biarkan mereka memilih buku yang sama berulang-ulang dan ingin dibacakan berulang-ulang pula (walaupun kita yang membacanya  sampe bosan setengah mati tapi tak mengapa), yang penting anak-anak menyadari bahwa kita menghormati mereka sehingga mereka merasa nyaman dan juga menikmatinya.
  2. Biasakanlah membacakan buku dengan sikap santai, ciptakanlah suasana kegembiraan, misalkan sesekali mengucapkan kata-kata  dalam buku tersebut dengan keliru supaya merangsang mereka untuk memperbaiki kesalah/kekeliruan anda. berkisahlah dengan beragam suara dan tertawalah bersama-sama, jadikanlah membaca sebagai saat-saat menyenangkan dan penuh kekonyolan canda tawa.
  3. Jika perhatian anak mulai mengendur, maka percepatlah bacaan anda. Karanglah akhir cerita dengan kontekstual yang anda perlukan, misalnya : “Dan sekarang anak beruang harus mandi – sama seperti anak bunda ini….!!”
  4. Hal yang tak kalah penting ialah dengan melibatkan kegiatan membaca buku dengan bermain, misalnya mendorong anak untuk membacakan dongeng kepada bonekanya sebelum tidur atau bermain tentang kegiatan ditoko buku atau perpustakaan, ini penting agar buku selalu menjadi bagian dari keseharian anak-anak.
  5. Bila anak sudah mulai bisa membaca sedikit-sedikit maka sebaiknya orang tua jangan terlalu sering membacakan cerita untuk mereka agar mereka tidak terlalu bergantung pada kita, ini bertujuan agar anak-anak keranjingan membaca bukan hanya terpesona dengan cerita orang tuanya dan agar anak-anak tidak manja atau malas membaca sendiri.    Salah satu cara agar anak menjadi mandiri dalam membaca ialah dengan berpura-pura kelelahan atau mengantuk ketika membacakan cerita sehingga tak sanggung menyelesaikan cerita dan minta anak untuk melihatnya sendiri buku cerita tersebut, tindakan ini akan mendorong anak untuk mo  berusaha membaca sendiri apalagi bila ceritanya menarik dan buku ceritanya itu favoritnya.
  6. Penuhi rumah dengan buku, untuk membiasakan anak suka buku ialah dengan membuat buku ada di sekeliling anak sejak kecil, taruhlah buku di tempat yang mudah di jangkau anak-anak sehingga anak bisa mengambilnya kapan pun ia suka.
  7. Terakhir yang amat penting agar anak suka membaca ialah orangtua juga harus rajin membaca, anak-anak adalah peniru yang baik, mereka akan meniru apa yang biasa dilakukan orangtuanya, jadi bila ingin anak gemar membaca maka tunjukanlah bahwa anda sebagai orangtua juga adalah pembaca yang baik, baik buku maupun media cetak lainnya. Pendeknya, orangtua harus memperlihatkan kalau membaca itu adalah kegiatan yang  mengasyikkan! dengan demikian kita berharap anak kita memfotocopy perilaku ini  dan mereka juga jadi suka membaca
Demikian tips agar anak gemar membaca, semoga bermanfaat….

MENGATASI ANAK GALAK….

Perilaku anak yang galak seperti suka memukul dan menendang teman atau orang yang tidak disukainya kadang membuat kita kerepotan karena bisa jadi ia akan dijauhi oleh teman-temannya, perilaku ini membutuhkan arahan orang dewasa sehingga ia mampu mengalihkan ekspresi emosi pada prilakku yang lebih bisa diterima oleh lingkungan. Di sini peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengarahkan anak dalam mengekspresikan pikiran dan perasaannya, tanpa arahan yang jelas dan tegas , anak semakin sering menampilkan prilaku tersebut.
Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai orang tua yaitu :
  1. Amati prilaku orang dewasa dan anak-anak yang ada di sekitarnya, adakah yang berprilaku kasar seperti itu? jika ada maka prilaku kasar/galak akan semakin menguat karna anak mencontoh dan meniru orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu sebisa mungkin jauhi tindak kekerasan dari anak kita.
  2. Prilaku kasar/galak bisa didasari oleh perasaan tidak nyaman atau tidak aman, sebagai orang tua kita perlu menggali perasaan anak dan mencari tau hal-hal apa saja yang membuatnya tidak senang atau yang membuatnya senang.
  3. Arahan yang tegas dan jelas, bila anak akan memukul katakan padanya “tidak boleh” dan jelaskan kalau dipukul itu sakit jadi kamu tidak boleh memukul. Biasanya pada anak usia 3 tahun keatas biasanya dia mulai mempertahankan keinginannya, oleh karena pada usia ini anak bila dilarang akan semakin terdorong utk melakukan. Daripada melarang anak lebih baik mengalihkan perhatiannya atau bersikap tegas dengan memberikan konsekuensi dengan tindakan, misalnya menghentikan aktifitasnya dan membuatnya diam sejenak di tempat yg berbeda.
  4. Tangkap perasaan anak, misalnya dengan mengatakan : “kakak kesal yaa..sini nak peluk mamah…kakak cerita yaa apa yang bikin kamu kesal?” dengarkan anak cerita dan bilang padanya “iya mamah mengeri kenapa kamu kesal…tapi kamu tetap tidak boleh memukul teman kamu karna memukul itu membuat orang jadi sakit”. cara ini bisa mengajarkan anak untuk belajar cara menyampaikan perasaannya.
  5. Ajari anak untuk berani mengeluarkan  perasaannya, kenali ia dengan kata tidak mau, tidak boleh, hentikan dan sebagainya.
  6. Semarah apapun kita tidak dibenarkan memukul atau  mencubit sebagai cara mendisiplinkan anak karena anak akan semakin menyakini klu tindakan kekerasan itu wajar untuk menyatakan ketidak nyamanan, oleh karena itu tidak perlu malu untuk meminta maaf pada anak bila tindakan kita salah.
  7. Terakhir, dalam membesarkan anak bukan hanya mengasuh dan menyediakan kebutuhannya saja tapi kehadiran dan peran serta orang tua dalam hal mendampingi, mendidik dan mengajari banyak hal adalah sangat penting utk tumbuh kembang anak.
mudah2an anak2 kita menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan menjadi penyejuk hati kita amien…

10 HAL YANG MENDATANGKAN CINTA ALLAH

















Saudaraku, sungguh setiap orang pasti ingin mendapatkan kecintaan Allah. Lalu bagaimanakah cara cara untuk mendapatkan kecintaan tersebut. Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk mendapatkan maksud tadi dalam kitab beliau Madarijus Salikin.

Pertama, membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya. Hal ini bisa dilakukan sebagaimana s

eseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. [Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, pen]

Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekedar menjadi seorang pecinta.

Ketiga, terus-menerus mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan dzikir kepada-Nya.

Keempat, lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

Kelima, merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).

Keenam, memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir maupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

Ketujuh, -inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

Kedelapan, menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahwa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

Kesepuluh, menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala.

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sumber: Madaarijus Saalikin, 3/ 16-17, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Darul Hadits Al Qohiroh

Tambahkan Jam Pelajaran Agama di Kurikulum Baru

 
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali meyakini perubahan kurikulum pendidikan 2013 bakal berdampak positif pada para peserta didik. Pasalnya, dengan perubahan kurikulum itu maka jam belajar mata pelajaran agama juga akan bertambah.

"Ahli-ahli kurikulum tidak gegabah, pasti tidak berakibat buruk terhadap kualitas pendidikan nasional, tetapi saya yakin bertambah baik pada kualitas pendidikan kita," kata Suryadharma  di Jakarta, Sabtu (24/11).

Menurutnya, mata pelajaran pendidikan agama dalam kurikulum baru memang perlu ditambah. Hal itu didasari makin merosotnya moral bangsa karena kurangnya pendekatan agama di tengah-tengah masyarakat.

"Itulah kenapa anak didik kita perlu penanaman agama yang memadai. Salah satunya memberi waktu yang lebih banyak," katanya.

Menag juga mengaku tengah menjalin kerjasama dengan Mendikbud, Mohammad Nuh, guna memanfaatkan hari libur panjang untuk kegiatan yang bermanfaat bagi peserta didik. "Seperti pondok pesantren kilat bagi siswa muslim, begitu juga non-Islam ke tempat yang bisa mendapatkan pendidikan keagamaannya," jelas SDA.

Sedangkan untuk sekolah berbasis Islam seperti madrasah, lanjut Menag, akan mengikuti kurikulum nasional. Dalam kurikulum yang sedang dirumuskan saat ini, di MI dan MTS memiliki muatan agama yang lebih banyak.(Fat/jpnn)

CARA MEMBUAT HATI DAN FIKIRAN TENANG

Add caption
















1. Pandai Bersyukur

Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat oang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.

2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita K
eduniawian

Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.

3. Bantu Orang Lain dan Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh

Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolong satu sama lain, bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.

4. Manajemen Emosi

Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat/penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa/melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.

5. Hidup Sederhana

Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah diri kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.

Semoga dapat membantu kita semua hidup tenang dunia dan akhirat. (sen)

Jumat, 07 Desember 2012

BELAJAR DARI SEBUAH AKAR

AKAR itu begitu GIGIH mencari air, MENEMBUS tanah yang KERAS, demi sebatang pohon.

Ketika pohon TUMBUH dan BERBUNGA indah, Maka banyak orang memuji pohon tersebut..

Apakah AKAR juga mendapat pujian..?

Hmmm.. tentulah tidak, akan tetapi AKAR tak pernah mengeluh, ia tetap sembunyi di dalam tanah dan akan terus bekerja untuk memberi makanan pada sang pohon..

Naaah dari AKAR-lah kita belajar tentang KETULUSAN BUDI dan KERENDAHAN HATI..

Kota Bandung sudah mempunyai Perda Diniyah Takmiliyah

DT Salhud.   Rancangan Peraturan Daerah tentang Pendidikan Diniyah Takmiliyah bagi anak Usia SD dari kelas 2 sampai 5, bila tak ada aral melintang rampung atau disahkan pada bulan Oktober 2012. Hal ini penting artinya bagi penduduk Kota Bandung yang mayoritas menganut agama Islam untuk menitipkan anak-anaknya ke madrasah yang ada di daerahnya, baik yang dikelola lembaga, masyarakat ataupun DKM. “Pihak DPRD memiliki inisiatif untuk hal ini sebab pendidikan agama itu sangat penting bagi pedoman hidup, apalagi saat ini sedang dicanangkan Bandung Agamis. Kendati hal itu dimaksudkan untuk umat Islam, namun lebih jauh berarti mendukung pula terciptanya kondisi masyarakat kota ini kepada kehidupan yang religius,” beber Katmadja kepada wartaioslam.com  di runag Komisi D DPRD Kota Bandung belum lama ini.
Lebih jauh menurutnya, ada beberapa aspek pendidikan agama yang harus dimiliki oleh anak usia SD seperti yang disebutkan di atas tadi. Mereka yang sekolah di Madrasah Diniyah Takmiliyah tadi paling tidak faham ilmu baca tulis al-Quran, fiqih, pelajaran akhlak, aqidah dan yang lainnya. “Dalam rancangan yang ada, nantinya jika Peraturan Walikotanya sudah ada maka bagi mereka yang masuk SMP Negeri ataupun swasta harus melampirkan Ijazah kelulusan mengikuti pendidikan diniyah tadi. Maka dari itu, DPRD meminta masukkan dari masyarakat untuk penyempurnaan Raperda yang satu ini,” pintanya.
Menurutnya, selain persoalan tadi, nantinya Pemerintah Kota Bandung sendiri diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para ustad-ustadzah yang mengajar di Madrasah Diniyay Takmiliyah tadi. Katanya, dari data yang didapatkannya, di Kota Bandung ini kurang lebih memiliki 800-1000 orang pengajar pendidikan diniyah takmiliyah tadi. Biasanya para pengajar itu mendapatkan honor Rp 100,00,-/bulan atau 1,2 juta rupiah pertahun. “Ya syukur-syukur, walaupun mungkin nantinya sekedar anjuran dan DPRD Kota Bandung tidak menekan. Namun Pemerintah Kota Bandung selayaknya memikirkan soal kesejahteraan ini. Mudah-mudahan dananya ada dan ini bisa memacu para pengajar yang ada semakin semangat dan bertanggung jawab dengan profesi yang tengah dijalankannya itu,” ujar Katmadja.
Terkait persoalan pendidikan bagi anak-anak yang belum bisa baca tulis al-Quran, katanya, hal itu dimaksudkan agar masyarakat Kota Bandung bebas buta baca tulis al-Quran. Masih katanya, bukan saja anak-anak, bahkan masih ada juga sebagian orangtua yang belum bisa baca tulis al-Quran ini. “Maka dengan adanya Perda ini, paling tidak orangtua ada kewajiban memasukkan anaknya ke tempat pendidikan diniyah takmiliyah yang ada di daerahnya. Bahkan memungkinkan pula mereka sendiri untuk belajar. Karena bisa jadi mereka malu jika tak bisa menjawab saat dintanya oleh anaknya,” ungkapnya pada kesempatan itu.
Kata Katmadja, jika Perda ini disahkan Oktober dan nantinya menjadi Peraturan Walikota diharapkan bisa diterapkan pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2013/2014 yang akan datang. Tentunya tahap awal bisa jadi mungkin tidak efektif dan masih memerlukan penyempurnaan-penyempurnaan. “Tapi paling tidak ini sangat bermanfaat bagi Kota Bandung yang menjadi ibukota Provinsi Jawa Barat, karena daerah-daerah lain sudah memiliki aturan ini dan kita boleh dikatakan terlambat karena sesungguhnya kita telah mengajukan hal ini tahun 2010. Karena satu lain hal baru bsia diproses pada tahun 2012. Dengan kta lebih baik gterlambat, daripada tidak sama sekali,”